Yudisium Sekolah Tinggi Ilmu Syariah As Salafiyah

INDOPERS Pamekasan. Selasa (08-09-20) menjadi hari yang istimewa bagi 50 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Syariah As Salafiyah Sumber Duko Pamekasan. Dengan dua Prodi, Prodi Hukum Ekonomi Syariah “HES” 28 Mahasiswa dan Prodi Hukum Keluarga Islam 22 Mahasiswa.

Mereka tengah menjalani pembekalan dan prosesi yudisium yang dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Syariah As Salafiyah Sumber Duko Pamekasan. Bertempat di Auditorium STISA lt3 Pamekasan, rangkaian acara pembekalan dan yudisium dimulai pukul 07.30 WIB.

Sebelum prosesi yudisium, para calon wisudawan dibekali dengan ilmu dan pengalaman lapangan. K.H Ahmad Mudassir, M.H. yang merupakan seorang dosen dan sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren As Salafiyah Sumber Duko Pakong Pamekasan hadir sebagai pembicara pertama.

Kehadirannya seakan menghapus kekhawatiran sebagian mahasiswa bahwa alumni Hukum akan kesulitan mencari pekerjaan. Hadir dari kalangan praktisi adalah Ach.Dlofirul Anam, S.HI, M.H. Ketua DPC Pamekasan Yuristen Legal Indonesia, itu menyampaikan pentingnya bermimpi sukses, karena semua hal dimulai dari sebuah impian.

Selesai sesi pembekalan, dilanjutkan dengan prosesi yudisium pada siang harinya. Prosesi Yudisium dimulai dengan laporan akademik yang disampaikan oleh Wakil Ketua I, Holil, S.HI, M.H.

Dalam laporannya, alumni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga itu menyebutkan bahwa pada semester ganjil tahun akademik 2020/2021 ini Sekolah Tinggi Ilmu Syariah As Salafiyah Sumber Duko Pamekasan meluluskan 50 mahasiswa dari dua Prodi dengan rincian 28 mahasiswa dari Prodi Hukum Ekonomi Syariah dan 22 mahasiswa dari Prodi Hukum Keluarga Islam.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua bidang Akademik juga menyebutkan prestasi-prestasi yang diraih oleh civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Syariah As Salafiyah Sumber Duko Pamekasan baik atas nama lembaga maupun individu dosen atau mahasiswa.

Di akhir laporannya, Holil mengumumkan mahasiswa peserta skripsi terbaik dari kedua Prodi yang pada semester ini diraih oleh Humaizah dengan IPK 3.92 dari Prodi HES dan Syaifurrahman dengan IPK 3.79 dari Prodi HKI. Serta Yudisium terbaik di raih oleh Mohammad Ali dari Prodi HES dengan IPK, 3.95.

Prosesi yudisium dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Yudisium dan Surat Keputusan Mahasiswa berprestasi akademik maupun non-akademik. Selanjutnya sambutan dari mahasiswa peserta yudisium terbaik yang disampaikan oleh.

Bagian akhir prosesi yudisium adalah sambutan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah As Salafiyah Sumber Duko Pamekasan Ali Makki, S.Pd.I, M.Pd.I. “Selamat menempuh hidup baru” ucap Ali Makki mengawali sambutannya yang direspon meriah oleh hadirin.

Selanjutnya Ketua menyampaikan pesan kepada para mahasiswa peserta yudisium yang akan memasuki fase baru setelah keluar dari STISA. “Untuk bisa sukses, kalian harus berbekal SMART” pesan Dekan. SMART yang dimaksud adalah spesific (tujuan yang spesifik), measurable (tujuan yang terukur), achieveable (tujuan yang dapat dicapai), dan timeline (perencanaan waktu).

Selesai prosesi yudisium yang berjalan dengan khidmat, acara diakhiri dengan foto bersama diiringi senandung lagu dari pengisi acara. Muhklis.

Tinggalkan Balasan