Wisata Baru, Masalah Baru.

indopersnews.com Pamekasan. Destinasi wisata baru semakin marak bermunculan. Para orang orang berduit berlomba-lomba mencari spot bagus untuk dijadikan destinasi wisata. Rupanya mereka menganggap bisa mendatangkan banyak pundi pundi uang. Akan tetapi ada satu sisi yang mereka lupakan. Yaitu dampak lingkungan, baik dampak alam maupun warga di sekitar destinasi wisata tersebut.

Tak pelak, hal ini yang membuat ratusan masa menggelar aksi demo (05/10/2020) untuk menutup Bukit Bintang, salah satu destinasi baru di desa Larangan Badung , kecamatan Palengaan, kabupaten Pamekasan. Aksi demo menuntut di tutupnya Bukit Bintang, karena dianggap telah merusak lingkungan. Dan yang sangat menjadi perhatian adalah dianggap merusak moral muda mudi sekitar.

Hal ini sangat lumrah terjadi, karena Bukit Bintang beroperasi hingga malam hari. Dan lokasi wisata Bukit Bintang berada dilingkungan pondok pesantren. Pamekasan kota Gerbang Salam, Pamekasan adalah Kota Santri, bukan kota Wisata. Pamekasan memegang teguh norma norma agama.

Hajiam Kholil mewakili demonstran menjelaskan bahwa pihak pengelola Bukit Bintang tidak pernah musyawarah dengan pimpinan pondok pesantren dan tokoh masyarakat sebelum membangun tempat wisata ini.

Jam operasional hingga malam hari juga menimbulkan keresahan pada masyarakat dan pimpinan pengurus pondok pesantren, banyak santri yang melanggar atas keluar dari area pesantren. Ini berpotensi berkumpulnya laki-laki dan perempuan bukan mahram.

Sebelumnya menggelar aksi demo, massa telah mengirimkan surat edaran yang sudah di tanda tangani oleh ulama dan tokoh masyarakat untuk segera menutup tempat wisata ini. Namun pengelola Bukit Bintang tidak mengindahkan.

“Kami ingin wisata Bukit Bintang segera ditutup. Demi menjalankan dan menjaga norma norma agama. Sangat meresahkan, lokasi yang berdekatan dengan lembaga pendidikan Islam. Dan kami akan mencegah tumbuh wisata baru yang bertentangan dengan norma etika pesatren” jelas Hajiam Kholil selaku kordinator lapangan. (Fat”Na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *