Tolak Pembubaran MUI, Hidayat Nur Wahid Selipkan Pesan Khusus pada Densus 88 soal Ahmad Zain An Najah.

2021/11/19 18:03

Ikuti : indopersnews.com

indopersnews.com_Tasikmalaya,

Hidayat Nur Wahid menyatakan menolak pembubaran MUI dan meminta Densus 88 juga mengatasi KKB Papua seperti kasus terorisme Ahmad Zain An Najah. /ANTARA/HO-Aspri.

PR TASIKMALAYA – Wakil ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid angkat suara menanggapi isu pembubaran MUI imbas penangkapan terduga teroris Ahmad Zain An Najah.

Dalam pernyataannya, Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa dirinya tetap mendukung MUI dan tegas menolak wacana pembubaran MUI.

Tak hanya menegaskan sikap mendukung MUI, Hidayat Nur Wahid juga diketahui menyelipkan pesan khusus dan mengingatkan Densus 88 agar bersikap profesional.

“Wakil Ketua MPR dari @PKSejahtera #dukungMUI, tolak dan kritisi wacana pembubaran MUI,” tulis Hidayat Nur Wahid dikutip indopersnews.com_Tasikmalaya pada Kamis, 18 November 2021.

“Juga ingatkan Densus 88 untuk benar-benar profesional,” sambungnya.

Peringatan keras yang disampaikan Hidayat Nur Wahid pada Densus 88 itu disampaikan dengan tujuan agar segala proses hukum tetap berjalan dengan adil.

Politisi asal Partai keadilan Sejahtera itu mengungkapkan bahwa Densus 88 harus tetap memberikan hak-hak tersangka sebagaimana mestinya.

Sejalan dengan peringatan tersebut, Hidayat Nur Wahid juga tampak menyinggung soal kasus terorisme KKB Papua.

Ia berharap bahwa Densus 88 juga segera menyelesaikan kasus tersebut tanpa tebang pilih.

“Memberikan hak-hak tersangka, serta berlaku adil/tak tebang pilih untuk juga atasi terorismenya KKB Papua,” tandasnya.

Tangkapan layar cuitan Hidayat Nur Wahid.

Sebagai informasi tambahan, penangkapan pelaku terduga teroris Ahmad Zain An Najah yang merupakan anggota Komisi Fatwa MUI baru-baru ini menuai pro dan kontra.

Di satu sisi, banyak pihak yang mulai menggaungkan wacana untuk melakukan pembubaran MUI imbas kasus tersebut.

Namun di sisi lain, banyak pihak juga yang mengungkapkan kecurigaan bahwa kasus tersebut adalah salah satu bentuk dari tindak kriminalisasi ulama.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: