Sidang ke 4 Kasus Ujaran Kebencian, Alumni Panyepen Gelar Istighosah di PN Pamekasan

INDOPERS Pamekasan.

Puluhan Alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen terus aktif mengawal sidang kasus ujaran kebencian terhadap Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen yang sekaligus Mustasyar PWNU Jawa Timur, RKH Muddatstsir Baddrudin. Kamis (17/09/2020)

Sidang yang digelar tertutup karena adanya Pandemi Covid-19, tidak menghalangi para alumni untuk datang ke Pengadilan Negeri yang berada di Jl. P.Trunojoyo No 397 Pamekasan Madura Jawa Timur.

Pada sidang ke empat merupakan agenda pemeriksaan saksi atas nama Sugeng Sutrisno. Para Alumni yang hadir menggelar Istighasah sebagai bentuk harapan agar penegak hukum dari kejaksaan Negeri Pamekasan dan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pamekasan memberikan hukum maksimal terhadap terdakwa.

Ulfatus Safrai selaku tokoh Pantura kabupaten Sampang, di depan awak media mengatakan bahwa Istighasah yang dilakukan merupakan bentuk dukungan moril kepada jaksa penuntut umum dan majelis hakim agar tergugah dan merasakan sakitnya hati para alumni karena gurunya dihina.

“Semoga dengan Istighasah ini, Allah SWT membuka hati kita semua, khususnya para Penegak hukum agar memberikan hukuman maksimal terhadap terdakwa, sehingga tidak ada lagi ulama yang dihina,” Kata Safrai.

Sidang ke empat berlangsung kurang lebih selama 30 menit dan sidang ditunda pada hari Kamis tanggal 24/09 dengan agenda pemeriksaan saksi.Muhklis.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: