Sempat Di Berhentikan Perangkat Desa Nyalabu Daya Kini Menang Di Tingkat Banding

indopersnews_Pamekasan. Perangkat desa Nyalabu Daya yang di berhentikan kini menang di tingkat banding. Kamis (7/1/2021) malam. Dalam conference press Ach. Supriyadi. SH selaku kuasa hukum perangkat desa Nyalabu Daya yang sempat diberhentikan itu menyampaikan bahwa pemberhentian itu telah mengajukan gugatan ke PTUN Surabaya pada tingkat pengadilan pertama di PTUN.

Masih Supriyadi, dari hasil jerih payah usaha mengungkap fakta melalui persidangan kemudian oleh majelis hakim dengan putusan yang memenangkan perangkat desa Nyalabu Daya yang di berhentikan.

“Yang ternyata tergugatnya sebagai kepala desa nyalabu daya adalah sebagai pihak yang di kalahkan,” jelasnya.

Supriyadi juga menjelaskan, dalam putusan tersebut di sampaikan bahwa SK pemberhentian adalah tidak sah secara hukum dan harus di cabut oleh kepala desa Nyalabu Daya, serta terhadap SK tersebut di nyatakan tidak memiliki kekuatan hukum dan harus di terbitkan SK baru untuk mengembalikan perangkat desa nyalabu daya yang di berhentikan kepada jabatan semula.

“Terhadap putusan itu kita juga sempat memberikan penjelasan melalui conference press yang pertama bahwa ada waktu 14 hari untuk kepala desa selaku tergugat menyatakan banding atau melakukan upaya hukum ke tingkat banding tetapi saya sebagai kuasa hukum dari penggugat sudah memberikan gambaran terhadap hak kepala desa untuk lakukan upaya banding perlu di pikir-pikir.”ucap Supriyadi.

“Karna jika hasilnya sama dengan putusan tingkat pertama itu juga akan kembali kepada kepala desa sendiri. Ketika ada perangkat baru yang sudah menerima gaji kemudian itu di nyatakan tidak sah, yang sah adalah perangkat yang di berhentikan, maka pembayaran honor kepada perangkat baru harus di kembalikan,” pungkasnya.

“Kami juga akan meminta kepada kepala desa untuk memperbaiki banyak hal selama perangkat desa nyalabu daya di berhentikan,” tutup Supriyadi (n2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *