Said Didu Lepas Jabatan di BUMN dan Jadi Manusia Merdeka: Jangan Jadi Penikmat Jabatan Apalagi Penjilat!

Indopersnews_Bekasi. Said Didu rela lepaskan jabatannya di BUMN demi jadi manusia merdeka, dan berpesan agar jangan menjadi penikmat kekuasaan apalagi penjilat. Eks Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu kembali menceritakan alasannya melepaskan semua jabatannya hingga kehilangan penghasilan ratusan juta, demi menjadi manusia merdeka.

Said Didu menjelaskan bahwa dia sudah tidak sejalan dengan kebijakan BUMN sehingga memutuskan untuk melepas jabatannya dan menjadi manusia merdeka, yang menyuarakan suara rakyat.

Hal itu disampaikan Said Didu saat menjadi bintang tamu di acara “Saatnya Perempuan Bicara” yang tayang pada Minggu, 4 Juli 2021.

“Saat itu, dengan istri dan anak saya, saya menyatakan ingin menjadi manusia merdeka dan saya akan melepaskan semua jabatan saya untuk menyuarakan suara rakyat. Walaupun saya kehilangan pendapatan Rp250-300 juta sebulan,” tutur Said Didu, yang dikutip dari tayangan kanal YouTube tvOneNews, Senin, 5 Juli 2021.

Said Didu mengatakan, dia rela kehilangan penghasilan ratusan juta sebulan, karena dirinya tidak mau menjadi orang munafik.

“Saya tidak bisa bermain abu-abu. Jadi kalau saya masih menerima penghasilan, terus saya mengkritik, itu kan sama dengan munafik. Saya tidak mau munafik,” ujar Said Didu.

Lebih lanjut, Said Didu menceritakan bahwa setelah dia dicopot dari jabatannya di BUMN, dia langsung membuat kaus berwarna hitam bertuliskan “Manusia Merdeka”.

Sumber: YouTube tvOneNews

“Jadi malam itu, setelah saya lepas semua, saya mau jadi manusia merdeka dan besoknya mau turun ke jalan,” kata Said Didu.

Said Didu pun menjelaskan bahwa makna dari slogan manusia merdeka adalah imbauan untuk mengkritik dengan data dan solusi, bukan dengan kebencian.

“Saya maknanya begini, mengkritiklah bukan dengan kebencian tapi dengan data dan dengan alasan solusi. Terus janganlah jadi penikmat jabatan apalagi menjadi penjilat,” kata Said Didu.

Saat ditanya tentang apa yang memusingkan di pemerintahan, apakah sistemnya atau orang-orang di dalam kekuasaan, Said Didu menilai bahwa hal itu bersifat individu.

“Saya melihat bahwa sangat individu. Kalau di sistem bagus dan individunya bagus, bagus saja kok,” kata Said Didu.

Hanya saja menurutnya, masalah akan cepat selesai jika menempatkan orang baik, berintegritas, dan jujur di dalam kekuasaan.

“Saya bilang begini, menempatkan orang baik di kekuasaan, itu 90 persen masalah sudah selesai,” ucapnya.

“Tapi menempatkan orang yang tidak kompeten, tidak berintegritas, tidak jujur, maka Anda menambah 100 persen masalah, ” kata Said Didu.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: