PWIJ MENGUTUK KERAS SEGALA BENTUK KEKERASAN TERHADAP WARTAWAN

indopersnews_Pamekasan. Presiden Persatuan Wartawan Independen Jawa Timur (PWIJ) yang berkantor di Pamekasan Madura, ikut berduka dan mengutuk keras kejadian yang menimpa editor Metro TV, Yodi Prabowo yang ditemukan tewas di pinggir jalan Tol JORR, Jakarta Selatan.

Ketua PWIJ, Herman Anisya didampingi Wakil ketua PWIJ Abdus Somad, S.H., mengucapkan belasungkawa serta duka yang mendalam atas meninggalnya saudara Yodi Prabowo, Editor TV Metro.

” Atas nama pribadi dan keluarga besar PWIJ, Innalilahi wainnahilayrajiun, kami sampaikan untuk keluarga korban dan kalangan profesi wartawan.¬†Apapun bentuknya atau motifnya perbuatan menghilangkan nyawa orang lain adalah perbuatan keji yang melanggar UU, agama,” tutur Herman, Sabtu, ( 11/07/2020 ).

Herman juga mengimbau kepada saudaraku wartawan di daerah untuk berhati-hati dan waspada dalam semua Hal, kekompakan harus selalu terjalin sesama profesi.

” Kejadian tersebut tidak menutup kemungkinan bisa menimpa siapa saja termasuk kita semua yang berprofesi jurnalis, lebih berhati-hati dan waspada, Baik saat bertugas maupun sedang tidak bertugas,” himbau Herman Ketua PWIJ.

Sementara Waka PWIJ Abdus Shomad, berharap setiap kekerasan harus langsung ditindak lanjuti jangan sampai dibiarkan .

” Kalau ada kekerasan kepada wartawan apapun (bentuknya) harus dikutuk, apalagi sampai menghilangkan nyawa, pihak kepolisian harus sesegera mungkin menangkap pelaku tersebut,” harap Somad.

Ia juga mengatakan, awak media atau wartawan adalah pilar keempat dari demokrasi kita. 

” Kita harus pastikan tidak ada kekerasan terhadap wartawan. Kita sangat berharap semua pihak untuk memastikan proses mengawal dan meliput setiap kegiatan itu selalu dilindungi,” tandasnya.

” Kepolisian harus mengusut tuntas dan mengungkap motif kematian terhadap Yodi Prabowo. Ini sangat penting agar peristiwa ini menjadi terang benderang.” Tambah Somad. ( Does .juhri )

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: