Proyek Embung Dana APBN Perubahan Balai Besar Lampung Diduga Syarat Korupsi

indopersnews_Waykanan. Pekerjaan proyek embung dana APBN perubahan dari Balai Besar Provinsi Lampung di dusun 4 kampung gelombang panjang, kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan 2020 ditemukan banyak penyimpangan. Salah satunya, hasil pekerjaan proyek tersebut tidak mengukuti petunjuk teknis kerja.

Berdasarkan hasil investigasi lembaga BARA JP dan Berantas Kabupaten Way Kanan proyek embung APBN tahun 2020 itu bronjong yang dipasang tidak sesuai dengan ukuran yang ada. Dan pemasangannya asal-asalan. Sedangkan cara peletakan batu bronjonjong pun hanya di tumpuk menjadi beberapa bagian saja (tidak di susun seperti mata tangga) batu pun tidak masuk spek 10-15.

Kemudian, peletakan embung tidak tepat sasaran. Sebagaimana embung bukan dibangun di sumber mata air dan dibawah persawahan (fungsi embung justru bukan untuk mengaliri air persawahan).

Dimana, berdasarkan hasil konfirmasi dilapangan, bahwa embung APBN 2020 dengan pagu anggaran Rp275 juta itu tidak membeli batu di pangkalan. Namun membeli batu dan memecah batu di tempat.

Bagian bagian yang rusak

“Berdasarkan temuan ini. Kami akan melakukan pelaporan dugaan kerugian negara dengan hasil pembangunan proyek yang asalan dan syarat korupsi. Selain itu pungsinya tidak memiliki manfaat sebenarnya,” tegas Rahmat yang diamini Rivan dan Indro, Senin 5 Januari 2021.

Rahmat menambahkan, dengan alat bukti yang telah dihimpun ini, pihaknya bisa mendorong pihak hukum baik Kejaksaan Tinggi Lampung dan Dirkrimsus Polda Lampung mengungkap kejahatan tindak pidana korupsi dibidang infrastruktur di Way Kanan yang kuat diduga menyalahi aturan yang ada atas kerugian Negara.

“Ys tentunya dalam waktu dekat laporan akan kami layangkan ke Kejati dan Polda Lampung,” pungkasnya, (Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *