Pria Cacat, Tunawisma Namun Mahir Melukis Butuh Uluran Tangan

Sungguh memilukan nasib yang di alami pria paru baya ini. Di mana di sisa hidupnya di habiskan seorang diri dengan sebatangkara tempat tinggalpun tidak punya.

Pria dengan kekurangan fisik sejak lahir ini tidak mempunyai kaki bahkan setahun ini dia tidur di makam kadang kalau turun hujan dia tidak tidur karena tempat tidurnya hanya terbuat dari bambu ( lencak ) setiap hari dia hanya mampu mengandalkan uluran tangan dari orang orang yang lewat di pemakaman blakang LAPAS Pamekasan.

Slamet nama panggilanya meski dia punya kekurangan dia pandai melukis di area makam yang di tempati dia selalu melambaikan canvas yang bisa menemani kesendiriannya dengan menghasilkan lukisan lukisan yang luar biasa.

Saat di mintai keteranganya pak Slamet membenarkan bahwa hidupnya memang sebatangkara. Tidurnya memang di makam karna tidak mempunyai tempat tinggal.

Slamet juga berkata alasan kenapa dia melukis di sekitar area pemakaman biar ada yang meliat siapa tahu ada yang menyuruh saya untuk melukis tapi saya berharap ada yang bisa membantu saya baik dari bapak bupati dan para dermawan ujarnya ( juhri)

Tinggalkan Balasan