Presiden Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Soal Mobilitas Masyarakat di Tempat Wisata

Indopersnews_Jakarta. Peningkatan mobilitas masyarakat di tempat wisata saat libur lebaran 2021 menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden Jokowi menjelaskan, dari data yang diterimanya, mobilitas masyarakat di tempat wisata mencapai 38 persen sampai 100,8 persen.

Presiden menekankan moblitas masyarakat di tempat wisata ini patut menjadi perhatian bagi kepala daerah.Termasuk soal potensi kenaikan angka kasus Covid-19 pada dua minggu ke depan.

“Gubernur, bupati, wali kota hati-hati, yang zonanya masih merah, zona oranye, tempat wisata harus di tutup dulu,” ujar Presiden Jokowi saat memberi pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia yang diunggah di Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5/2021).

Presiden Jokowi meminta kepala daerah waspada terhadap potensi peningkatan kasus Covid-19 usai libur lebaran 2021. Presiden menegaskan, waspada terhadap peningkatan kasus Covid-19 tetap dilakukan meskipun sudah ada kebijakan larangan mudik. Sebab, dari laporan yang diterima terdapat 1,5 juta orang yang mudik dalam kurun waktu tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan ada 33 persen masyarakat yang berkeinginan untuk mudik. Saat ada kebijakan larangan mudik, angka tersebut turun menjadi 11 persen. Saat sosialisasi turun menjadi 7 persen dan saat pelaksanaan menjadi 1,1 persen.

“1,1 persen kelihatannya kecil sekali tetapi kalau dijumlah, ternyata masih besar sekali. 1,5 juta orang yang masih mudik. Untuk itu, kita berharap kasusnya tidak seperti tahun lalu,” ujar Presiden Jokowi.

Satgas Covid-19 sebelumnya juga menyoroti mengenai protokol kesehtaan jaga jarak dan penggunaan masker di tempat wisata. Dalam catatan Satgas Covid-19, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kepatuhan Prokes di tempat wisata paling rendah. Angkanya hanya 27 persen warga yang patuh untuk menjaga jarak di tempat wisata.

Selain DKI Jakarta, ada Provinsi Bangka Belitung, Riau dan Sumatera Selatan juga mencatatkan persentase kepatuhan yang rendah terkait Prokes. Di ketiga provinsi itu, masing-masing sebesar 33 persen, 58 persen, dan 62 persen. Sementara itu, dilihat dari data kepatuhan masyarakat dalam memakai masker di tempat wisata, Bangka Belitung menjadi provinsi yang kepatuhannya terendah yakni 33 persen.

Disusul oleh Sumatera Selatan dengan persentase 58 persen, dan DKI Jakarta yang kepatuhannya hanya mencapai 60 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *