Polres Way Kanan Diduga Lamban Menangani Kasus Pencurian Buah Sawit Oleh Oknum PNS Bahuga.

Indopersnews.com_Waykanan. Samsudin salah seorang pelapor pencurian buah sawit dengan terlapor Bambang oknum PNS Kecamatan Bahuga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan hukum Polres Way kanan dalam penanganan laporannya yang terkesan lambat.

Samsudin mempertanyakan bahwa dalam langkah laporannya dirinya telah menunjukkan semua alas hak kepemilikan tanah berbentuk Setifikat dan keterangan Badan Pertanahan Nasional Way Kanan. Bahkan bukti pencurian buah sawit yang di duga dilakukan terlapor pun telah di saksikan penyidik Polres Way Kanan sendiri. Namun anehnya sampai saat ini tidak ada keputusan hasil penyelidikan dan penyidikan untuk menahan terlapor itu sendiri.

“Jika Rabu besok tidak ada kesimpulan langkah hukum untuk menahan Bambang sebagai terlapor oleh penyidik polres Way Kanan. Saya secara resmi akan melaporkan perkara ini ke Mabes Polri. Tujuan untuk mempertanyakan laporan kami di Polres Way kanan yang tidak di tindak lanjuti,” ujar Samsudi, Selasa (27/7/2021).

Terpisah, Tokoh Masyarakat Bahuga Abdul Kadir, dan Kepala kampung Bumi Agung Nurwawi membenarkan jika di area kebun sawit di Bumi Agung tersebut ada tanah milik H. Puting atau nama aslinya Cristop Arya Raja Bahuga yang telah di jual kepada Samsudin yang merupakan tanah warisan dari leluhur H. Puting bahkan sebelum Way Kanan berdiri.

Sehingga jika benar Bambang oknum PNS tersebut memanen sawit secara keseluruhan di area perkebunan bumi agung maka itu sudah salah dan bahkan aksi pencurian karena lahan itu bukan miliknya atau Achmat Ganta.

“Ya saya tau tanah Samsudin itu aslinya milik Cristop Arya atau H. Puting bahkan bersertifikat hak milik dan BPN pun sudah tau. Sehingga apa bila laporan lahan sawit mereka yang ada di tanah itu benar dilakukan Bambang maka itu sudah kesalahan atau dugaan pencurian sebagaimana laporan saudara Samsudin,” terang Abdul Kadir yang di Amini Nawawi Kakam Bumi Agung.

Hal Senada diungkapkan Daswin, selaku tim ukur jual beli tanah Samsudi dari H.Puting.

“YA saya paham benar bahwa tanah Samsudin itu dari H.Puting sebab saya adalah tim ukur dan tapal batas tanah dalam jual beli anatara keduanya. Untuk persoalan pencurian tersebut jika memang Bambang merambah ke tanah Samsudin hal itu memang bermasalah,” pungkasnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *