Pembangunan Sapitank Kampung Ramsay Telan 320 Juta, Belum Rampung

indopersnews.com_Waykanan. Meski sudah berakhir masa kerja pembangunan sesuai kontrak dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Way Kanan. Pelaksanaan pembangunan Sapitank di kampung Ramsay, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan tidak nampak terealisasi 100 persen dan berhasil di manfaatkan masyarakat setempat.

Dimana, hal ini menimbulkan persoalan dalam capaian pembangunan tersebut. Alhasil, dugaan sementara terindikasi penyimpangan anggaran yang merugikan dana APBD Pemerintah daerah Kabupaten Way Kanan tahun 2020 sebesar Rp 320 juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, seharusnya pipa sapitank itu untuk terpasang 40 rumah dengan 8 titik penamapungan sapitank yang ada.

Akan tetapi terkonfirmasi di lapangan pekerjaan itu sempat terhenti dan belum selesai meski limit pekerjaan di bulan Desember 2020 kemarin. Hingga perpanjangan waktu dari Dinas PU Waykanan pada 6 Januari 2021. pekerjaan paralon Sefti teng hanya berkisar di 15 rumah saja. Dengan rincian tersebar 13 rumah 2 WC 1 mushola.

“Berdasarkan keterangan warga yang kami jumpai di kampung Ramsay. Bahwa pembuangan sambungan sapitank itu tidak tersambung di dalam tabung. Hingga ada kotoran warga yang tercecer di sambungan paralon sapitank tersebut. Dan banyak dari sambungan sambungan itu tidak dimanfaatkan masyarakat alasan utama belum selesai dalam pekerjaanya,”ujar Mutadin, ketua kelompok kerja masyarakat setempat, Selasa 19 Januari 2021.

Dengan hal ini dirinya berharap, proyek tersebut dapat di usut. Sebab mereka mengetahui bahwa seharusnya proyek itu selesai bukan sebatas pemasangan Lat paralon sapitank saja namun telah termanfaatkan bagi masyarakat dan jika ada kerusakan maka ada pemeliharaan.

“Sudah serah terima pekerjaan itu. Orang PU juga sudah turun sebelum menandatangani PHO. Ternyatakan bisa dilihat sendiri hasil pekerjaan ini bagaimana asal jadi. Ya kami minta jika ada kecurangan dalam hal ini supaya bisa di periksa pihak hukum. Karena ini sudah merugikan keuangan pemerintah daerah dan aset negara,” pungkasnya.

Selain itu juga, berdasarkan temuan di lapangan, proyek PAM Simas lanjutan senilai Rp300 juta di tahun yang sama dari Dinas PU Way Kanan tidak benar benar dimanfaatkan masyarakat setempat. Hal ini dikarenakan pemasangan Pipa Paralon lanjutan sanitasi ini dalam panjang volume 1000 meter sumber air tidak mengalir.

“Kami minta persoalan ini bisa di naikan ke pihak hukum supaya jika ada penyimpangan anggaran atau kesalahan teknis kerja bisa di pertanggungjawabkan pada pihak pihak terkait di dalamnya,” pungkasnya (tim)

Tinggalkan Balasan