pembangunan gedung sekolah SMPN 3 di duga di kerjakan asal jadi

pekerjaan proyek di bawah naungan dinas pendidikan kab. Pamekasan di duga keras akan menjadi masalah hukum di kemudian hari.

pasalnya saat awak media ini berada di lokasi di temukanya dugaan adanya kejanggalan dalam pembangunan sekolah tersebut , seperti ukuran besi yang di sinyalir kurang memenuhi standard yang ada di RAB misalnya besi yang di gunakan berukuran 12K serta 8k .

saat awak media ini melakukan klarifikasi ke kepala sekolah SMPN 3 melalui whapsap terkait besi yang di gunakan pada pembangunan tersebut, kepala sekolah SMPN 3 mengakui bahwa besi yang di gunakan memang di variasi.

hai ini menjadi catatan bagi media ini bahwa ukuran besi yang di variasi yang di gunakan di pembangunan SMP 3 merupakan patut di duga akal_ akalan pihak sekolah untuk mendapatkan ke untungan dalam pembangunan tersebut.

media ini dan tim pencari fakta Nusantara ( TPFN ) sebagai mitra kerja akan berkordinasi dengan APH untuk melakukan penyelidikan pekerjaan proyek pembangunan SMPN 3 .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *