PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG DI MADRASAH RA RAUDLATUL JANNAH DI DESA GAGAH KECAMATAN KADUR KABUPATEN PAMEKASAN TERINDIKASI DI KERJAKAN ASAL ASALAN DAN DI JADIKAN LAHAN KORUPSI.

Indopers Nesw.com, Pekerjaan pembangunan madrasah di desa gagah kecamatan kadur kabupaten pamekasan, terindikasi di kerjakan asal asalan dan tanpa papan informasi

keterbukaan publik sehingga proyek tersebut tidak jelas alokasi dananya dari mana dan anggaran pekerjaan tersebut.

Kewajiban memasang plang papan informasi tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa

Pemerintah dengan tidak memasangnya papan informasi sedangkan sesuai dengan aturan pemerintah setiap pekerjaan fisik yang di biayai oleh negara maka wajib memasang papan informasi

Setelah Korlap indopers news.com dan lembaga bantuan hukum (LBHT) turun ke lokasi untuk memastikan proyek pembangunan tersebut langsung klarifikasi dengan yang mempunyai lembaga yayasan Raudlatul jannah tidak menberikan jawaban dan terkesan mentup nutupi

alokasi sumber anggaran dari mana namun hanya memberikan keterangan bahwasanya bantuan itu dari salah satu dewan dan tidak bisa membuka dewan tersebut siapa? Sehingga terkesan menghalang – halangi tugas wartawan sama halnya menghalangi tugas negara sesuai dengan pasal 4 – UUD No.40 ayat 1,2,9 Th. 1999 tentang pers yang di jiwai pasal 28 UUD 1945

time indopers news.com angkat bicara banyak kejanggalan yang kami temukan seperti besi yang tidak sesuai dengan ukuran standar salah satunya juga tidak ada papan informasi dan tidak memakai molen Praduga semantara proyek tersebut terindikasi hanya di jadikan lahan korupsi oleh oknum yang mengerjakan proyek tersebut.

Dengan adanya ke janggalan yang di temui di lapangan maka tiem dari awak media dan lembaga bantuan hukum LBHT akan mendalami persoalan ini lebih lanjut dan jika benar proyek tersebut hanya di jadikan lahan Korupsi Maka kami akan menindaklanjuti ke ranah hukum sesuai dengan undang – undang yang berlaku, “pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *