Longsor dan Banjir Di Jember Sedot Perhatian Mensos

indopersnews.com_Jember. Kejadian tanah longsor dan banjir pada hari Jumat tanggal 15 Januari 2020. Bencana banjir di Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, dan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Menurut Kasat Sabhara Polres Jember, AKP Eko Basuki T A SH. banjir di Wonoasri diduga dari jebolnya tanggul di sungai Wonowiri. Terutama Dam Gladak Putih sungai Wonowiri juga perlu dibongkar, sebab diduga penyebab banjir lebih meluas, terangnya.

Polres Jember mengerahkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa bersama warga membersihkan material tanah longsor. Selain itu Anggota juga mensuplai air bersih ke warga terdampak banjir, titik titik longsor penyebab banjir kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) juga menjadi target Polres Jember untuk menanggulangi bencana di kawasan Kecamatan Tempurejo.

“Hari ini kita melakukan observasi titik titik longsor penyebab banjir bandang di wilayah TNMB. Kita berkoordinasi dengan BPBD, Tagana serta warga untuk membuka jalan akibat longsor. Jembatan Teratai Desa Curahnongko juga tersumbat barongan bambu, sehingga air yang mengalir jadi meluap. Untuk itu perlu ada pembersihan dengan menggunakan alat berat,” ungkap Kasat Sabhara Polres Jember, AKP Eko Basuki T A SH.(19/01/2021)

Bencana longsor dan banjir juga menyita perhatian Menteri Sosial RI Tri Rismaharini untuk berkunjung ke daerah bencana. Risma meninjau Pondok Pesantren Ar-Rosyid di Kecamatan Bangsalsari dan posko kebencanaan serta dapur umum di Wonoasri dengan ditemani Bupati Faida. Tak hanya itu, Risma juga menyempatkan diri ikut membungkusi nasi untuk korban bencana banjir dan relawan.

Risma mengatakan penanganan bencana banjir di Jember terbilang bagus. Karena (bantuan) dikerahkan dari berbagai daerah sehingga integrasi bantuan berjalan cepat. Jalur komunikasi dan transportasi sangat mudah sehingga bantuan cepat didistribusikan.

Selain membantu tenaga relawan, Kementerian Sosial akan mengirimkan bantuan makanan ke Jember untuk korban bencana, seperti beras, telur, abon, pampers untuk balita, susu ibu hamil. Sementara untuk penyembuhan trauma korban, Kementerian Sosial akan mengerahkan tenaga psikolog untuk membantu dan menangani.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *