Lakukan Aksi Solidaritas, Puluhan Jurnalis Kecam Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan Segera Di Tangkap

Indopersnews-Pamekasan. Puluhan Jurnalis di Kabupaten Pamekasan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), Forum Wartawan Pamekasan (FWP), Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP), Jurnalis Center Pamekasan (JCP), menggelar aksi solidaritas yang kedua kalinya di area selatan bundaran Arek Lancor, Pamekasan, Madura, Jawa timur. Senin (29-03-21)

Korlap aksi, Miftahul Arifin menyampaikan bahwa, Aksi solidaritas sambil membawa poster dan berorasi secara bergantian tersebut, mengutuk keras serta mendesak aparat Kepolisian Daerah Jawa timur, untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku kekerasan terhadap jurnalis tempo Surabaya yang mendapatkan penganiayaan saat liputan beberapa waktu yang lalu.

“Aksi yang ke dua kalinya ini diiringi dengan teaterikal merupakan gambaran seseorang yang sedang melakukan tindakan kekerasan terhadap jurnalis, segala bentuk intimidasi terhadap para wartawan dan harus diusut tuntas tidak pandang bulu. Karena berkaitan dengan keterbukaan informasi publik dan demokrasi,” kata Miftahul Arifin, Salah satu jurnalis di Pamekasan Sekaligus ketua AJP, usai menggelar aksi solidaritas.

Penganiayaan terhadap seorang jurnalis telah melanggar sejumlah aturan mulaidari UU 40/1999 tentang Pers, UU 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia, UU 12/2005 tentang pengesahan konvensi hak sipil dan politik dan Perkap Nomor 8 Tahun 2009 tentang pengimplementasi Hak Asasi Manusia.

Menurut Miftahul Arifin atau yang sering di sapa Ipin tersebut, pelaku juga harus diberi hukuman yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus serta memastikan para pelaku mendapatkan hukuman sesuai peraturan hukum yang berlaku,” harapnya.

Diketahui sebelumnya, jurnalis Tempo Surabaya, Nurhadi mendapatkan penganiayaan yang mengakibatkan dada sesak dan bibir robek, berawal saat dirinya hendak memastikan keberadaan seorang pejabat dari Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan pada Sabtu (27/3) kemarin.

Nurhadi datang ke acara resepsi pernikahan anak dari pejabat tersebut di Gedung Samudra Bumimoro Surabaya. Namun, seorang diduga ajudan pejabat tersebut mendorong ke belakang gedung, dari sana terjadi penganiayaan dan sempat muncul ancaman pembunuhan. (N2)

Tinggalkan Balasan