Kios Di Pantura Bantah Tuduhan HKTI Pamekasan

indopersnews.com_Pamekasan. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) kabupaten Pamekasan bersama anggotanya melakukan audensi di Kantor DPRD Kabupaten Pamekasan. Dalam tuntutannya anggota HKTI kabupaten Pamekasan mempertanyakan kelangkaan pupuk di wilayah kabupaten Pamekasan, khususnya di wilayah Pantura, Kecamatan Waru, kecamatan Batumarmar dan kecamatan Pasean.

H.Nasir Abdullah selaku korlap aksi mempertanyaan kepada anggota DPRD Kabupaten Pamekasan, khususnya komisi 2 bentuk pengawasannya terhadap distributor hingga terjadi kelangkaan pupuk. Sedangkan di wilayah lain pupuk itu tidak ada masalah, bahkan lancar- lancar saja.

H. Nasir yang juga sebagai ketua kelompok tani di dusun Cokgunung desa Waru Barat, kecamatan Waru, tau betul bagaimana masyarakat sangat kesulitan untuk mendapatkan pupuk itu.

“Masyarakat tidak peduli berapapun harganya. Asal barangnya ada Mas…., Jangan- jangan anggota dewan kurang mengawasi terhadap distributor. Sedang mereka di gaji dari uang rakyat,” kata Haji Nasir.

Moh.Ali anggota DPRD Kabupaten Pamekasan komisi 2 meminta kepada masyarakat supaya melaporkan apabila ada temuan yang di lakukan oleh kios- kios. Jika menjual pupuk di luar kewajibanya maka akan kami proses. Akan kami berikan sangsi, pungkasnya kepada awak media.

H.Nasir menyayangkan jika anggota Dewan hanya menunggu laporan, seharusnya mereka mengadakan sidak dadakan sehingga tahu bagaimana sulitnya masyarakat mencari pupuk.

Subadrun salah satu pemilik kios di wilayah Pasean membantah jika di wilayah Pantura kesulitan mendapat pupuk. Seharusnya H. Nasir jangan berpatokan pada wilayah Pantura.

“Karena di wilayah saya Pasean Dan Batumarmar sampai saat ini stok pupuk masih aman saja Mas…,Jadi kalau H.nasir mewakili dari 3 kecamatan itu jelas- jelas keliru, tapi kalo disebutkan Pantura ( Batu Marmar, Pasean dan Waru ) itu tidak benar. Karena untuk Pasean dan Batu Marmar ( Distributor CV. Sugesty) sendiri masih aman terkendali dan Stoknya masih ada.. Kalo untuk kecamatan Waru bisa jadi iya, karena stok/Kuota untuk Waru (Distributor Tani Murni Pakong ) sudah habis sejak Oktober.!!” Jelas Subadrun.( Lam)

Tinggalkan Balasan