Kasus Penyelewengan Raskin Di Larangan Tokol Belum Tuntas

indopersnews_Pamekasan, Dugaan kasus penyelewengan Raskin di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa setempat sejak tahun 2009 sampai pada tahun 2015, sampai saat ini masih belum selesai ditangani Kejaksaan Negeri Pamekasan.

Diketahui, adanya laporan dugaan penyelewengan tersebut dari masyarakat ke Kejaksaan Negeri Pamekasan sejak tahun 2018 lalu.

Teuku Rahmatsyah, Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Saat di mintai keterangan oleh jurnalis indopers melalui whapsap menjelaskan bahwa kasus tersebut belum selesai dilaksanakan, namun dirinya mengatakan saat ini kasus tersebut sudah dalam tahap akhir pemberkasan.

“Pemberkasan sudah tahap akhir dan Tim Penyidik Kejari Pamekasan masih menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan Negara/Daerah dari Inspektorat Daerah Kabupaten Pamekasan,” jelasnya. Rabu,(24/6/2020)

Kejaksaan Negeri Pamekasan sudah mengantongi nama tersangka, namun Kejari masih enggan membeberkan siapa saja nama tersebut.

“Sabar dulu ya belom bisa Saya sampaikan karena masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari Inspektorat,” terangnya.

Teuku Rahmatsyah menjelaskan, dugaan kasus yang laporannya ada sejak dirinya belum menjabat sebagai Kepala Kejari Pamekasan, akan dijadikannya prioritas dalam penyidikannya.

“Saya baru, lebih kurang lima bulan bertugas di Pamekasan mas, ini prioritas kasus yg harus Kami tuntaskan penyidikannya,”

Namun karena hasil perhitungan kerugian negara belum pihaknya terima dari Inspektorat Kata Rahmatsyah, finalisasi berkasnya belum dapat diselesaikan. ( Does . Juhri )

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: