Bank Jatim Dikorupsi Karyawan Sendiri Hingga Rp170 Miliar

Indopersnews_Malang. Kejati Jawa Timur menamdalami kasus dugaan korupsi yang terjadi di Bank Jatim Cabang Kepanjen.

Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim Rudi Irmawan mengatakan, hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jatim diketahui ada kerugian hingga Rp 170 miliar.

“Kami sudh terima hasil audit BPK Jatim terkait perkara korupsi di Bank Jatim Cabang Kepanjen,” ujarnya, Jumat (28/5).

Selanjutnya, kata Rudi, audit BPK Jatim tersebut akan dimasukkan menjadi berkas pelengkap perkara kepada jaksa penuntut umum.

“Kami serahkan kepada jaksa penuntut umum untuk diproses lebih lanjut,” katanya.

Sebelumnya, Kejari Jatim telah menetapkan 4 tersangka dala kasus dugaan korupsi Bank Jatim Cabang Kepanjen.

Keempatnya yakni mantan Kepala Bank Jatim Cabang Kepanjen Ridho Yunianto, dan karyawan Bank Jatim bagian penyedia kredit Edhowin Farisca Riawan. Dua lainnya Koordinator Debitur Dwi Budianto, serta Andi Pramono selaku kreditur.

Kasus ini bermula dari pencairan kredit yang dikucurkan Bank Jatim Cabang Kepanjen kepada 10 kelompok debitur. Masing-masing kelompok berjumlah tiga hingga 24 anggota.

Modusnya, keempat tersangka tersebut memanipulasi data dengan meminjam nama-nama orang lain. Dengan tenggat waktu realisasi kredit 2017-2019.

“Sehingga seolah-olah persyaratan kredit yang diajukan oleh debitur semuanya telah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Persyaratan yang tidak semestinya ini berakibat pada pembayaran kredit macet.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: