Anggaran Paskibraka 350jt, di Dispora Bermasalah

Indopersnews_Pamekasan. Perjuangan para pahlawan Indonesia yang telah gugur mempertahankan NKRI rasanya tidak dihargai lagi.

Pasalnya seleksi anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) 2020 Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pamekasan terus menui polemik karena di tengarai ada indikasi korupsi didalamya.

Saat ini, kasus terbaru mengarah kepada anggaran yang fantastis yaitu senilai Rp 350.000.000,- (tiga ratus lima puluh juta rupiah) yang dalam kegiatannya itu menyedot anggaran APBD Kabupaten.

M. Yusuf, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dispora Pamekasan mengatakan, anggaran sebesar Rp 350.000.000,- (tiga ratus lima puluh juta) itu diakuinya tidak melibatkan dirinya sama sekali.

Yusuf menyampaikan, dirinya masih baru menjabat sebagai Kabid di Dispora Pamekasan. Diakuinya untuk ini, dirinya sudah menanyakan ke pejabat pelaksana teknis lapangan (PPTK) bahwa di amprah mantan Kabid Pemuda dan Olahraga Dispora sebelumnya.

“Saya Kabid yang baru tidak dilibatkan sama sekali. Setelah minta laporan ke PPTK sudah di amprah Kabid lama pada bulan empat. Belakangan saya denger informasi bulan dua,” katanya, Rabu (12/8/2020).

Yusuf mengatakan, bahwa sebelumnya dirinya sempat melakukan rapat dengan tiga Kasi, tujuannya untuk menanyakan kegiatan dari masing-masing Kasi tersebut. Giliran kasi yang menangani Paskibraka kata Yusuf, disarankan untuk tidak menanyakannya lebih lanjut.

“Jadi terus terang saya hentikan (tidak mengutak-atik). Sebagai jawaban kalau nanti ditanyakan Plt (Kepala Dispora),” ujarnya.

Lebih lanjut kata Yusuf, seharusnya kalau sudah dicairkan minimal ada serah terima antara Kabid yang lama dengan yang baru, sejauh mana pelaksanaan kegiatannya.

“Masalah dicairkan semua kurang faham,” paparnya.

“Menurut laporan PPTK seragam panitia seleksi, trening, ATK dan dokumentasi dan kebutuhan lain sudah dicairkan. Untuk sementara yang tahu PPTK,” imbuhnya.

Yusuf mengatakan, dia pernah hadir ke pembukaan Paskibraka kemudian menanyakan daftar hadir.

Dalam daftar hadir tersebut kata Yusuf nama Mantan Kabid sebelumnya masih tertera dalam dokumen. Baginya, mantan Kabid merebut kue anggaran dibawah pengawasannya.

“Saya kira begitu,” pungkasnya. Does

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: