Aksi Dalam Sejarah Tretan Madura”KOMPAK” Surabaya

Indopersnews.com Aksi dalam sejarah ,Senin(21/6/2021),Aksi Rakyat Madura bersatu menyampaikan aspirasinya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, terkait penyekatan di wilayah Suramadu yang membikin resah warga Madura.

Massa aksi yang mengatasnamakan Rakyat Madura Bersatu yang di hadiri, bisa disebut 4000 Orang yang datang dari 4Kabupaten, diantaranya Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, mereka turut serta hadir dalam aksi tersebut bukti kepedulian atas tanah Madura.

Massa aksi yang mengatasnamakan Rakyat Madura Bersatu bertemu di lapangan Suramadu terus dilanjutkan dengan tujuan Pemkot Surabaya dengan menumpangi truk, pik up, bahkan dikawal ribuan pengguna sepeda motor , massa aksi kendaraan roda empat di lengkapi sound sestem beserta orator.

Orator aksi secara lantang menyampaikan aspirasinya terhadap Pemkot Surabaya bahwa kebijakan yang dibuat oleh Pemkot Surabaya mengenai penyekatan di wilayah Suramadu dinilai mendiskriminasi terhadap warga Madura pada umumnya.

Dengan adanya kebijakan yang dibuat Pemkot Surabaya ,Rakyat Madura merasa resah dengan aksinya rakyat Madura mendesak Pemkot Surabaya untuk segera menghentikan penyekatan di Suramadu dan mencabut surat kebijakan tersebut untuk dialihkan ketempat keramaian seperti tempat hiburan karaoke .

Satu permintaan Rakyat Madura yang di bantu Tretan Surabaya kepada Pemkot Surabaya untuk mengangkat fasilitas ,seperti tenda yang ada di Madura menuju Surabaya.

“Jika fasilitas seperti tenda 1*dalam 24jam tidak dipindahkan jangan salahkan kami bergerak sendiri,” tegas orator .

Orator aksi tetap tidak lupa menegaskan kepada seluruh aksi agar satu komando untuk tidak merusak fasilitas Negara dan bahwa aspirasinya secara santun.

Dalam aksi tersebut alhamdullilah sudah dapat putusan dari Pemkot Surabaya bahwa tidak ada penyekatan disuramadu dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan( prokes).” tutur mas Narto LSM Surabaya.

Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi Instansi- instansi terkait untuk lebih bijak dalam membuat putusan yang dapat merugikan banyak pihak terutama warga Madura pada umumnya.”(team)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: