Hingga Akhir Tahun Sumenep Belum Bisa Realisasikan.

ikuti : indopersnews.com

22 November 2021

indopersnews.com_Sumenep

memastikan dana untuk penanggulangan bencana belum bisa disalurkan akhir tahun ini.Jumlahnya juga menunggu hasil evaluasi dari Pemprov Jatim.

Anggaran untuk bantuan tidak terduga (BTT) tahun ini masih harus dievaluasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim). Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Anggaran Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep Ferdiansyah.

Anggaran atau dana tersebut disediakan untuk penanganan bencana, salah satunya diambil dari anggaran Covid-19 yang sebelumnya telah dianggarkan pada organisasi perangkat daerah (OPD). Sehingga saat ini anggaran itu masih harus dievaluasi terlebih dahulu sebelum digunakan.

“Dana BTT masih menunggu evaluasi gubernur,” katanya, Senin (22/11/2021).

Pagu awal nilai BTT sebesar Rp40.825.011.534. Anggaran dibagi dua, yakni digunakan untuk penanganan Covid-19 senilai Rp35.000.000.000 dan khusus bencana alam senilai Rp5.825.011.534.

Namun, dalam perjalanannya, dana BTT ditambahkan senilai Rp46.215.750.224. (Rp36.966.056.309 khusus Covid-19 dan Rp9.249.693.915 khusus bencana alam). Dana tersebut sebagian sudah terealisasi.

Alasan mendasar OPD mengajukan tambahan untuk dana penanganan Covid-19, karena ada pemberlakukan PPKM. Lima OPD tersebut, yakni Dinas Kesehatan (Dinkes), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Anwar (MA), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep.

“Berdasarkan hasil rapat bersama timgar, 5 OPD layak mendapatkan tambahan dana sesuai dengan kebutuhannya,” ujar dia.

Sementara dana untuk penanggulangan bencana, menjelang akhir tahun ini belum bisa disalurkan. Bahkan, jumlahnya juga menunggu hasil evaluasi dari Pemprov Jatim.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Rahman Readi sudah mulai mengajukan untuk disalurkan kepada para korban bencana di beberapa daerah di Kota Keris ini. Hal itu sebagai bentuk stimulasi agar rumah korban segera diperbaiki.

“Kami sudah mengajukan melalui anggaran BTT,” papar dia.

Termasuk yang membutuhkan dana BTT untuk penanggulangan bencana adalah Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep. Sebab selama ini tim Dinsos selalu aktif dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

“Tagana kami selalu hadir setiap ada bencana, pengajuannya juga ke BPKAD untuk anggarannya,” kata Kepala Dinsos Sumenep Moh Iksan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *